GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo

Tutup Mooncake Festival, Wali Kota Kupang Soroti Solidaritas dan Ekonomi Kerakyatan

IDETORIAL.com, Kupang – Wali Kota Kupang, Chris Widodo, menyoroti dua dampak utama Mooncake Festival 2026, yakni penguatan solidaritas sosial dan pergerakan ekonomi kerakyatan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri penutupan Mooncake Festival 2026.

Menurut Chris, festival budaya tidak berhenti pada perayaan tradisi, tetapi dapat menjadi ruang mempertemukan masyarakat, memperkuat persaudaraan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Festival ini bukan hanya perayaan sebuah tradisi. Hari ini kita merayakan identitas, kebersamaan dan keberagaman. Jauh daripada itu, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ujar Chris, Senin, 28 September 2026.

Didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang, Widya Cahya, Chris mengapresiasi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) yang menghadirkan Mooncake Festival sebagai ruang perjumpaan masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi.

Festival tersebut melibatkan 110 tenant UMKM. Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, menyebut perputaran ekonomi selama rangkaian kegiatan diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar. Sekitar Rp2 miliar di antaranya disebut berputar pada sektor UMKM.

FKM Undana Dorong Pemerataan Tenaga Bidan dan Gizi untuk Tekan Stunting NTT

Selain menggerakkan ekonomi, Mooncake Festival juga menjadi ruang solidaritas bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa.

Chris mengajak masyarakat mendukung aksi kepedulian PSMTI melalui pembelian kupon donasi bagi masyarakat terdampak gempa Flores.

“Mungkin saat bumi mengguncang saudara-saudari kita di Flores, kita tidak ada bersama mereka. Tetapi malam hari ini kita tunjukkan bahwa mereka tidak sendirian. Wilayah mungkin memiliki batas, titik lokasi gempa mungkin memiliki batas, tetapi saya percaya kemanusiaan tidak memiliki batas,” katanya.

Menurut Chris, solidaritas kemanusiaan tidak dibatasi oleh wilayah. Karena itu, momentum festival dapat menjadi ruang untuk menguatkan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Ketua PSMTI Provinsi NTT, Hengky Lianto, mengatakan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari semangat kebersamaan yang dibangun melalui festival.

PCNU TTU Ajak Warga Bijak Sikapi Perbedaan dan Informasi Pasca Muktamar ke-35

“Ketika saudara kita mengalami musibah, kita harus hadir. Ketika ada yang membutuhkan uluran tangan, kita perlu bergandengan tangan,” ujarnya.

Panitia menggalang donasi melalui kupon senilai Rp10.000 serta membuka pengumpulan barang layak pakai untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa Flores.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, turut mengapresiasi Mooncake Festival sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat melalui budaya, kebersamaan dan rasa syukur.

“Keberagaman tidak harus memisahkan kita. Justru keberagaman selalu melengkapi dan budaya dapat menjadi jembatan yang mempertemukan kita dalam mosaik kebersamaan,” kata Melki.

Ia menegaskan pembangunan NTT tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan angka-angka pembangunan, tetapi juga manusia, keluarga, pendidikan, budaya, lingkungan dan kehidupan sosial yang harmonis.

Didukung Deplu Amerika, 59 Tenaga Kesehatan Indonesia Lulus Pelatihan Epidemiologi

Mooncake Festival 2026 telah berlangsung sejak tanggal 25–27 September 2026 dengan melibatkan 110 tenant UMKM dan 30 sponsor. Selain menjadi ruang perayaan budaya, rangkaian kegiatan tersebut menjadi wadah interaksi masyarakat, aktivitas ekonomi UMKM dan penggalangan kepedulian bagi masyarakat terdampak gempa Flores.

(Lidia)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement