IDETORIAL.com, Jakarta — Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan menawarkan gagasan inovatif untuk menjawab tantangan sektor energi melalui Energy Debate Championship (EDC) dan Energynovation Ideas Competition (EIC) dalam rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026.
Dua kompetisi nasional tersebut mempertemukan mahasiswa dalam adu argumentasi mengenai isu strategis energi serta pengembangan gagasan terkait ketahanan dan transisi energi berkelanjutan. Para pemenang diumumkan dalam Grand Final dan Awarding PGTC 2026 di Auditorium MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta.
Dalam EDC, peserta berkompetisi menggunakan bahasa Inggris dengan format British Parliamentary. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam melakukan riset, menyusun argumentasi, berpikir kritis, serta mempertahankan perspektif secara terstruktur dalam membahas berbagai persoalan energi.
Sementara EIC memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan gagasan inovatif melalui karya dan ide yang diarahkan pada tantangan ketahanan energi serta transisi menuju energi berkelanjutan.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, dalam rilis tertulis, Sabtu, 25 September 2026 menjelaskan, kedua kompetisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas, sekaligus menunjukkan kontribusi generasi muda terhadap masa depan energi Indonesia.
“PGTC 2026 adalah bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas, kreativitas, dan kepedulian yang besar terhadap masa depan energi,” ujar Arya.
Dalam EDC PGTC 2026, Universitas Indonesia meraih posisi Champion melalui Carlsson Khovis dan Jared Tristan Wibisono. Posisi 1st Runner Up diraih Universitas Gadjah Mada melalui Yehezkiel Vito dan Komang Ayu Azka Pramesti Mahiswari Matsuzawa.
Universitas Pelita Harapan menempati posisi 2nd Runner Up melalui Beatrice Frederica Sungkono dan Timothy Sean Wahyudi. Sementara Universitas Udayana menjadi 3rd Runner Up melalui Theresa Angelica Hartono dan Annabelle Maureen Cherry Therestian.
Gelar Best Speaker EDC diraih Carlsson Khovis dari Universitas Indonesia.
Pada EIC, Champion diraih Faishal Muflih Irfanu Tsaqib dari Universitas Negeri Surabaya. Posisi 1st Runner Up diraih Aisyah Islami Puteri Dnaro dari Institut Teknologi Bandung, sedangkan 2nd Runner Up diraih M. Ihsan Fadhlurahman dari Universitas Gadjah Mada.
Adapun penghargaan Best Presentation diberikan kepada Bryant Jusuf Nainggolan dari Universitas Diponegoro. Sementara penghargaan Most Promising Idea diraih Mellanie Jasmine Reyfanita dari Universitas Indonesia.
Selain kompetisi, para pemenang memperoleh apresiasi dan kesempatan pengembangan diri sebagai bagian dari rangkaian PGTC 2026, termasuk program international exposure atau benchmarking bagi peraih posisi tertentu.
PGTC 2026 mengusung semangat “Energizing Acceleration for Future Impact” dengan rangkaian kegiatan yang diarahkan untuk mempertemukan mahasiswa dengan isu, pengetahuan, dan praktik di sektor energi.
“Melalui EDC, mereka mengasah cara berpikir kritis terhadap isu strategis, dan melalui EIC, mereka menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan transisi energi,” tutup Arya.
Melalui EDC dan EIC, mahasiswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan riset, argumentasi, inovasi, jejaring, serta berinteraksi dengan profesional dan pelaku industri energi.
(lidia/*)