GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Lahan seluas 673,4 hektare terdampak karhutla di Taman Nasional Way Kambas

Karhutla Dominasi Laporan Bencana, 675,9 Hektare Lahan Terbakar di Dua Wilayah

IDETORIAL.com, Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi laporan kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 675,9 hektare lahan terbakar di dua wilayah pada periode laporan Sabtu hingga Minggu, 22–23 Agustus 2026.

Karhutla pertama dilaporkan terjadi di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 20.05 WIT.

Kebakaran terjadi di Desa Batu Raja, Kecamatan Wasile, dan menghanguskan lahan seluas 2,5 hektare. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Timur bersama personel gabungan langsung melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan pada hari yang sama.

GAMKI-PIAR-AJI Kupang Hadirkan Dandhy Laksono, Bedah #Reset Indonesia

Karhutla dengan luasan jauh lebih besar terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Kebakaran dilaporkan terjadi sejak Jumat (21/8) sekitar pukul 14.00 WIB di Kelurahan Kuala Penet, wilayah Resort Kuala Penet. Api membakar lahan seluas 673,4 hektare.

BPBD Kabupaten Lampung Timur bersama unsur lintas instansi melakukan koordinasi dan pemadaman untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.

Hingga Sabtu (22/8) pukul 19.12 WIB, seluruh titik api berhasil dipadamkan. Petugas juga tidak lagi menemukan titik panas (hotspot) di lokasi kejadian.

Meski api telah berhasil dikendalikan di dua wilayah tersebut, BNPB mengingatkan bahwa ancaman karhutla masih perlu diwaspadai selama musim kemarau. Kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah dengan vegetasi yang mudah terbakar.

BNPB Salurkan 954 Ton Bantuan Logistik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat pemantauan titik panas, pemetaan wilayah rawan serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan respons dapat dilakukan secara cepat apabila kembali muncul titik api.

Pemerintah daerah juga didorong memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana pemadaman, termasuk melakukan deteksi dini di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

BNPB mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran di kawasan yang rawan terbakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.

Kewaspadaan bersama menjadi penting untuk mencegah kebakaran meluas, terutama di tengah kondisi kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla di berbagai wilayah Indonesia.

(Lid/BNPB)

Karhutla Kalimantan Meluas, BNPB Tambah Armada Udara dan Perkuat Satgas Darat

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement