GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
KRI Semarang-594 mengangkut bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tujuan Labuan Bajo, Sabtu (22/8). Sumber Foto: BNPB

BNPB Salurkan 954 Ton Bantuan Logistik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

IDETORIAL.com, Jakarta — Sebanyak 954 ton bantuan logistik telah disalurkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut didistribusikan sejak 15 – 22 Agustus 2026 dari Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju dua titik distribusi utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere.

Total bantuan yang telah diterima Pos Pendukung Logistik Nasional mencapai 1.541 ton. Bantuan tersebut berasal dari 72 donatur yang terdiri atas kementerian/lembaga, TNI, BUMN, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, serta berbagai mitra lainnya.

Logistik yang dikumpulkan mencakup kebutuhan dasar masyarakat, perlengkapan hunian sementara, kebutuhan kesehatan, perlengkapan bayi dan kebersihan, hingga peralatan pendukung penanganan darurat.

Dari total bantuan yang telah disalurkan, sebanyak 354,4 ton dikirim melalui jalur udara menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dalam 28 sortie. Sebanyak 16 sortie menuju Labuan Bajo dengan muatan 216,5 ton, sedangkan 12 sortie menuju Maumere membawa 137,6 ton bantuan.

GAMKI-PIAR-AJI Kupang Hadirkan Dandhy Laksono, Bedah #Reset Indonesia

Sementara itu, sebanyak 600 ton bantuan yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) dikirim menggunakan pesawat kargo komersial melalui 40 sortie. Rinciannya, 435 ton dikirim melalui 29 sortie menuju Labuan Bajo dan 165 ton melalui 11 sortie menuju Maumere.

Tambahan 52 Ton Bantuan Masuk pada 22 Agustus

Arus bantuan masih terus berdatangan. Pada Sabtu (22/8), Pos Pendukung Logistik Nasional menerima tambahan 51,8 ton bantuan dari 21 donatur.

Bantuan tersebut antara lain berupa air mineral, beras, biskuit, makanan siap saji, mi instan, susu, minyak goreng, sarden, selimut, terpal, kasur lipat, perlengkapan kebersihan, perlengkapan bayi, obat-obatan dan peralatan kesehatan.

Pada hari yang sama, BNPB kembali mengirimkan bantuan melalui tiga sortie pesawat TNI AU dengan total muatan 41,7 ton. Dua penerbangan menuju Maumere dan satu penerbangan menuju Labuan Bajo.

Salah satu penerbangan menggunakan Airbus A400 menuju Maumere dengan membawa 22,2 ton bantuan, antara lain sembako, terpal, pakaian, beras, obat-obatan, mi cup, selimut, kasur lipat, minyak goreng dan tenda serbaguna.

Karhutla Dominasi Laporan Bencana, 675,9 Hektare Lahan Terbakar di Dua Wilayah

Dua penerbangan Boeing lainnya membawa berbagai kebutuhan darurat, termasuk sembako, perangkat komunikasi, Starlink, alat kesehatan, peralatan penyelamatan, air mineral, pompa submersible dan terpal.

Selain itu, BNPB mengirimkan 105 ton bantuan yang bersumber dari DSP melalui tujuh sortie pesawat kargo komersial. Empat sortie menuju Labuan Bajo dan tiga lainnya menuju Maumere.

147 Ton Bantuan Disiapkan melalui KRI Semarang

Distribusi bantuan dalam jumlah besar juga disiapkan melalui jalur laut.

BNPB mempersiapkan pengiriman 146,8 ton bantuan menggunakan KRI Semarang-594 dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Labuan Bajo. Bantuan tersebut direncanakan berangkat pada Minggu (23/8) dengan menggunakan 16 truk.

Plt. Direktur Operasi, Jaringan dan Logistik Penanggulangan Bencana BNPB Brigjen TNI Hery Setiono melakukan pemeriksaan kesiapan dan proses pemuatan bantuan di Dermaga IKT, Tanjung Priok, Sabtu 22 Agustus 2026.

Karhutla Kalimantan Meluas, BNPB Tambah Armada Udara dan Perkuat Satgas Darat

Bantuan yang akan dikirim melalui jalur laut tersebut meliputi sembako, mi cup, tenda pleton, selimut, velbed, beras, biskuit, air mineral, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, popok, pembalut, kasur lipat, minyak goreng dan mi instan.

Dukungan logistik juga berasal dari Kementerian Perhubungan yang diserahkan dalam rangka memperkuat penanganan darurat di NTT.

587 Ton Bantuan Masih Siap Didistribusikan

Di tengah distribusi yang terus berjalan, Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma masih memiliki 587 ton bantuan yang siap dikirim sesuai kebutuhan di lapangan.

Stok tersebut terdiri atas sembako, beras, mi instan, mi cup, biskuit, air mineral, susu, makanan siap saji, selimut, matras, velbed, terpal, kasur lipat, tenda, obat-obatan, perlengkapan bayi, perlengkapan kebersihan dan berbagai peralatan penanganan darurat.

Beberapa di antaranya berupa 12.000 dus mi instan, 1.785 velbed, 25 tenda pleton, 12.530 selimut dan 1.639 matras dari Kementerian Pertahanan.

Selain itu tersedia 3.450 dus biskuit dan 8.756 paket sembako dari Sekretariat Presiden serta perlengkapan bayi, perlengkapan dapur, matras, terpal dan hygiene kit dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Distribusi Udara Berlanjut

BNPB juga kembali menyiapkan distribusi bantuan melalui jalur udara pada Minggu (23/8) dengan tiga penerbangan yang terdiri atas satu Airbus dan dua Boeing.

Total bantuan yang disiapkan mencapai 36,9 ton. Airbus A400 menuju Labuan Bajo membawa 21 ton bantuan berupa sembako, makanan tambahan, biskuit, roti, susu, makanan siap saji dan tenda pengungsi.

Sementara dua pesawat Boeing menuju Maumere masing-masing membawa 7,4 ton dan 8,4 ton bantuan berupa sembako, perlengkapan kebersihan, kebutuhan pribadi, obat-obatan, air mineral, biskuit, roti dan susu.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, BUMN, dunia usaha, organisasi kemanusiaan dan berbagai mitra untuk memastikan bantuan dapat bergerak cepat dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Besarnya mobilisasi logistik melalui jalur udara dan laut tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan kebutuhan dasar sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat di wilayah NTT yang terdampak bencana.

(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement