GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
AWAS Buka Layanan Pengaduan

Bantuan Pemerintah Belum Menjangkau Semua Korban Gempa, Aliansi Wartawan Buka Layanan Pengaduan

IDETORIAL.com, Maumere – Penyaluran bantuan pemerintah bagi korban gempa bumi di Kabupaten Sikka masih menjadi perhatian.

Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Kamis, 20 Agustus 2026 menginisiasi layanan pengaduan bagi warga terdampak, yang hingga kini mengaku belum mendapatkan bantuan, terutama mereka yang melakukan evakuasi secara mandiri.

Layanan tersebut dibuka sebagai bentuk kontribusi awak media untuk membantu menjembatani keluhan masyarakat dengan pemerintah dan pihak terkait dalam penanganan masa tanggap darurat bencana.

Ketua AWAS, Mario Sina, mengatakan keputusan membuka layanan pengaduan muncul setelah sejumlah warga menyampaikan keluhan mengenai bantuan yang belum mereka terima.

“Kami tergerak membuka call center pengaduan sebab banyak warga yang mengadukan kepada kami terkait belum adanya bantuan yang diterima dari pemerintah,” kata Mario.

699 Siswa dan 1 Guru Keracunan MBG di Sumut, Ombudsman Desak BGN Tindak Tegas SPPG

Menurutnya, kondisi warga terdampak di Kabupaten Sikka cukup beragam. Sebagian mengungsi di lokasi evakuasi terpusat, sementara warga lainnya memilih melakukan evakuasi secara mandiri dengan mendirikan tenda atau posko pengungsian di desa dan kelurahan.

Dari pemantauan awak media di lapangan, pendistribusian bantuan sejauh ini lebih banyak menyasar pengungsi yang berada di lokasi evakuasi terpusat, termasuk di Gelora Samador da Cunha.

Persoalannya, masih terdapat warga terdampak yang berada di luar lokasi pengungsian terpusat dan membutuhkan bantuan logistik serta kebutuhan dasar.

AWAS menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar proses pendataan dan distribusi bantuan tidak hanya berorientasi pada lokasi pengungsian resmi, tetapi juga menjangkau warga yang melakukan evakuasi mandiri.

“Kita sepakat bahwa fokus utama adalah Pulau Palue yang merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak bencana Gempa Flores, tetapi mengingat warga terdampak juga tersebar di 20 kecamatan lain yang harus juga menjadi prioritas,”tambah Mario.

ERB 2026 Bawa Misi Ganda ke Wilayah 3T, dari Rupiah hingga Bantuan Gempa Flores

Ia berharap pemerintah dapat memperluas pendataan dan memastikan seluruh masyarakat yang terdampak memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.

Hal ini juga sejalan dengan arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat berada di Posko Tanggap Darurat Bencana di Kantor BPBD Sikka.

Kepala BNPB menegaskan bahwa penanganan bencana harus memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dari bantuan.

“Setiap orang harus mendapatkan bantuan dan jangan ada satu warga negara pun yang terkena dampak bencana Gempa Flores terlupakan. Negara harus hadir di saat rakyatnya membutuhkan bantuan, apalagi dalam kondisi bencana alam,” tegasnya.

Bagi AWAS, layanan pengaduan ini bukan untuk menggantikan fungsi pemerintah dalam penanganan bencana. Sebaliknya, layanan tersebut diharapkan menjadi kanal informasi tambahan yang dapat membantu pemerintah mengetahui kondisi masyarakat di lapangan.

PBB Jadikan Jambore Nasional XII Ruang Edukasi SDGs bagi Generasi Muda

Setiap pengaduan warga akan dihimpun dan disampaikan kepada pihak berwenang agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan dan distribusi bantuan.

“Pembukaan call center sebagai bentuk kontribusi awak media sebagai penyambung lidah rakyat agar bisa disampaikan kepada pihak berwenang dalam mengambil kebijakan,” pungkas Mario.

Dengan dibukanya layanan pengaduan tersebut, AWAS mengajak masyarakat Kabupaten Sikka yang terdampak gempa dan belum menerima bantuan untuk menyampaikan kondisi mereka melalui jaringan wartawan yang telah disiapkan.

AWAS berharap kanal tersebut dapat membantu memastikan distribusi bantuan berjalan lebih cepat, merata dan tepat sasaran, terutama bagi warga yang berada jauh dari titik pengungsian terpusat.

Sebab, di tengah situasi darurat, ukuran keberhasilan penanganan bencana bukan hanya seberapa banyak bantuan yang telah disalurkan, tetapi juga seberapa jauh bantuan itu benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.

Berikut jaringan Call Center AWAS yang dapat dihubungi masyarakat terdampak:

  • Mario W.P. Sina – Florespedia.id: 081353867075
  • Ade Riberu – Floresterkini.com: 085183851454
  • Ijas Sagur – Ekorantt.com: 081246462015
  • Ebed de Rosary – Florespos.net: 081236097539
  • Vianey Tinto – Tajukntt.id: 082147501571
  • Marsel Feka – NTTExpress.com: 085331053830
  • Hengky Ola Sura – Ekorantt: 081315987716
  • Yusuf Porwaila – Delikkasus.com: 082246304275
  • Nivan Gomez – NTTPost.com: 082346873103
  • Lukas Lado – Ekorantt: 085141043686
  • Karel Pandu – Gardaflores.com: 082145909588
  • Vicky da Gomez – Suarasikka.com: 081246662471
  • Risto Jomang – Ekorantt: 081238534726
  • Arnlod Welianto – TribunFlores.com: 082237233425
  • Faidin – BajoPos.com: 085317531207
  • Wiliam Toka – Tajukntt.id: 081239216730
  • Aris Halilintar – MutiaraTimur.com: 082145691123
  • Sandi Hayon – Kompas.com: 081248629021
  • Albert Cakramento – NewsDaring.com: 081236991088
  • Tovik Koban – TVOne: 082247597000
  • Johny Nura – MNC Group: 081353810138
  • John da Gomez – SCTV/Liputan6: 081246875081
  • Mia Margaretha Holo – Floresa.co: 082237466728
  • Irma Rose – Persepektif.com: 081347194392
  • Maria Dato – NTTHits.com: 081246126861
  • Icha Florida – WartaNusantara.com: 085215878354

(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement