GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Wali Kota Kupang Tegaskan Bantuan Pangan Bukti Negara Hadir di Meja Makan Rakyat

Wali Kota Kupang Tegaskan Bantuan Pangan Bukti Negara Hadir di Meja Makan Rakyat

IDETORIAL.com, Kupang — Wali Kota Kupang, Chris Widodo menegaskan bantuan pangan merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Chris saat launching Penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Juli–September 2026 di Kantor Camat Kelapa Lima, Selasa, 18 Agustus 2026.

Untuk periode tersebut, bantuan pangan di Kota Kupang menyasar 37.319 penerima manfaat. Setiap penerima memperoleh alokasi 30 kilogram beras untuk tiga bulan, dengan total bantuan mencapai sekitar 1.119 ton beras.

Chris mengatakan, bantuan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan beras sebagai bahan pangan, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi keluarga yang membutuhkan.

“Sebagian orang mungkin merasa beras ini hanya bahan pangan. Tetapi bagi sebagian keluarga yang sangat membutuhkan, beras ini adalah ketenangan,” ujar Chris.

Ketua FKUB TTS Ajak Masyarakat Jaga Keamanan, Tolak Hoaks dan Perkuat Persaudaraan

Menurutnya, bantuan pangan dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan makan keluarga sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

Karena itu, ia menilai kehadiran pemerintah tidak boleh hanya terlihat melalui pembangunan fisik seperti jalan, gedung, dan jembatan, tetapi juga harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Negara hadir bukan hanya melalui jalan, gedung dan jembatan, tetapi negara harus hadir sampai di meja makan rakyatnya,” tegasnya.

Chris menambahkan, pembangunan akan kehilangan makna apabila kemajuan infrastruktur tidak dibarengi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, sebuah kota tidak cukup hanya memiliki infrastruktur yang baik jika masih ada keluarga yang kesulitan memastikan kebutuhan pangan mereka terpenuhi.

Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ia mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan melalui tindakan nyata. Kemerdekaan, katanya, harus memberikan kesempatan kepada warga untuk hidup lebih baik, anak-anak mendapatkan ruang untuk mengejar cita-cita, dan keluarga merasa terlindungi.

100% Site Kembali Beroperasi, Telkomsel Tuntaskan Pemulihan Jaringan di Flores

“Mari kita isi kemerdekaan dengan tindakan nyata: pemerintah hadir, warga terlindungi, dan tidak ada yang merasa ditinggalkan,” ajaknya.

Sementara itu, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Yusuf Lery Rupidara, mengatakan bantuan pangan yang diterima masyarakat merupakan hak masyarakat yang harus disalurkan kepada penerima yang berhak.

Ia mengingatkan bantuan beras bukan untuk menyelesaikan seluruh persoalan pangan keluarga, melainkan membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi motivasi untuk terus bekerja, mengembangkan usaha, hidup hemat, dan membangun kemandirian ekonomi.

Untuk wilayah NTT, tercatat 852.631 penerima bantuan pangan dengan kebutuhan sekitar 25.578,93 ton beras untuk alokasi Juli–September 2026. Khusus Kota Kupang, terdapat 37.319 penerima dengan total bantuan sekitar 1.119 ton beras.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, menegaskan Bulog berkomitmen memastikan bantuan pangan disalurkan secara tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas, dan diterima masyarakat yang berhak.

Perpustakaan Keliling dan Trauma Healing Hadir untuk Pengungsi di GOR Samador Sikka

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang atas sinergi dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan penyaluran membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, perangkat kecamatan dan kelurahan, transporter, serta seluruh pihak terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Christian juga mengajak masyarakat mendoakan warga di Pulau Flores yang terdampak gempa bumi. Ia berharap masyarakat terdampak mendapat perlindungan dan kekuatan untuk menghadapi bencana serta segera bangkit.

Penyaluran bantuan pangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan keluarga tetap terpenuhi di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebencanaan.

(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement