GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Launching Penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Juli sampai September 2026 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kota Kupang, Selasa (18/8/2026).

BULOG NTT Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Juli–September untuk 852.631 Penerima

IDETORIAL.com, Kupang – Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menyalurkan Bantuan Pangan (Banpang) Beras alokasi Juli–September 2026 kepada 852.631 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh wilayah NTT.

Penyaluran ditandai dengan Launching Penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Juli sampai September 2026 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kota Kupang, Selasa, 18 Agustus 2026.

Untuk periode tersebut, BULOG menyiapkan 25.578.930 kilogram beras. Setiap PBP menerima 30 kilogram beras yang merupakan alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, mengatakan penyaluran bantuan membutuhkan kerja bersama agar bantuan dapat diterima masyarakat yang berhak.

“Program ini secara bersama harus kita laksanakan agar bantuan dapat tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas, dan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak. Setiap PBP akan menerima bantuan beras sebanyak 30 kilogram yang merupakan alokasi bantuan untuk tiga bulan,” ujar Arrahim.

Wali Kota Kupang Tegaskan Bantuan Pangan Bukti Negara Hadir di Meja Makan Rakyat

37.319 PBP di Kota Kupang

Khusus Kota Kupang, tercatat sebanyak 37.319 PBP yang menerima Bantuan Pangan alokasi Juli–September 2026.

Total beras yang disiapkan untuk Kota Kupang mencapai 1.119.570 kilogram atau 1.119,57 ton untuk memenuhi alokasi bantuan selama tiga bulan.

Wali Kota Kupang, Chris Widodo, mengatakan Bantuan Pangan memiliki makna lebih luas daripada sekadar penyaluran beras karena menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.

“Beras ini adalah ketenangan bagi keluarga. Oleh karena itu, bagi saya acara ini sangat penting bagi kita. Ini adalah simbol bahwa negara hadir sampai ke meja rakyatnya,” ujar Chris.

Menurutnya, pembangunan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk memastikan kebutuhan pangan keluarga terpenuhi dan anak-anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh serta meraih masa depan yang lebih baik.

Ketua FKUB TTS Ajak Masyarakat Jaga Keamanan, Tolak Hoaks dan Perkuat Persaudaraan

“Warga harus mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik, anak-anak harus bisa bertumbuh untuk mewujudkan cita-citanya, dan keluarga harus merasa terlindungi dan diperhatikan. Di situlah kita sedang mengisi kemerdekaan. Pemerintah hadir, warga terlindungi, dan tidak ada yang merasa ditinggalkan,” tambah Chris.

Distribusi NTT Hadapi Tantangan Geografis

Sementara itu, Plt. Asisten II Perekonomian Setda Provinsi NTT, Jusuf Lery Rupidara mengapresiasi upaya BULOG dalam memastikan Bantuan Pangan menjangkau masyarakat di seluruh wilayah NTT, termasuk daerah kepulauan.

Menurutnya, karakteristik NTT sebagai provinsi kepulauan membuat proses distribusi membutuhkan kerja keras dan koordinasi lintas pihak.

“Mengantar beras sampai ke masyarakat ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk itu, kepada Pak Pinwil BULOG, Bapak Arrahim, terima kasih banyak. Beliau mengurus satu NTT. Naik kapal ke Raijua itu tidak gampang. Gelombang sampai tiga meter pun, beras tetap harus diantar,” ungkapnya.

Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memastikan Bantuan Pangan dapat diterima masyarakat hingga wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

100% Site Kembali Beroperasi, Telkomsel Tuntaskan Pemulihan Jaringan di Flores

Arrahim menegaskan, BULOG tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan penyaluran Bantuan Pangan. Keberhasilan program, kata dia, sangat bergantung pada sinergi pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat.

“Dalam pelaksanaannya, tentu BULOG tidak dapat bekerja sendiri. Keberhasilan penyaluran Bantuan Pangan sangat bergantung pada sinergi dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kota Kupang, pemerintah kabupaten/kota se-NTT, perangkat daerah, aparat di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, transporter, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyaluran,” jelas Arrahim.

Dengan total 25,57 juta kilogram beras yang dialokasikan bagi 852.631 penerima, program Bantuan Pangan alokasi Juli–September 2026 diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga masyarakat NTT.

BULOG Kanwil NTT bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal distribusi agar bantuan tersalurkan dengan prinsip tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat waktu.

Program ini menjadi bagian dari penugasan pemerintah kepada BULOG dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus memastikan masyarakat NTT memperoleh akses terhadap pangan pokok.

(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement