GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Telkomsel x Pemprov. Bali Hadirkan Ekosistem AI for Education

Telkomsel Gandeng Pemprov Bali Dorong Pembelajaran Matematika Berbasis AI

IDETORIAL.com, Bali – PT Telkomsel menggandeng Pemerintah Provinsi Bali, Gasing Academy, Kuncie, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat kemampuan numerasi guru dan siswa melalui ekosistem pembelajaran digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih mudah dipahami, interaktif, dan menyenangkan sekaligus membangun kepercayaan diri siswa dalam belajar. Penguatan numerasi dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemampuan bernalar, memahami informasi, memecahkan persoalan, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut dikembangkan melalui ekosistem AI for Education yang memadukan peningkatan kompetensi guru, pembelajaran berbasis permainan, teknologi AI, serta pemantauan hasil pembelajaran berbasis data.

Ekosistem pembelajaran diawali dengan peningkatan kompetensi guru melalui Gasing Academy yang menerapkan metode GASING atau Gampang, Asyik, dan Menyenangkan. Pendekatan ini dirancang untuk membantu guru menyampaikan materi matematika secara sederhana dan bertahap sehingga siswa lebih mudah memahami konsep dasar.

Sementara bagi siswa, pembelajaran diperkuat melalui Sacred Octagon, sebuah platform berbasis permainan yang memanfaatkan teknologi AI untuk membantu anak berlatih matematika secara interaktif sesuai tahapan kemampuan mereka.

HUT ke-25, PerwabanTT Berbagi Kasih dengan 122 Jiwa Pekerja Pemulung di Kupang

Selain itu, SkulPintar disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran dan asesmen. Pelaksanaan program juga dirancang dapat dipantau melalui data sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program secara berkelanjutan.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, dalam rilis tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026 mengatakan, numerasi memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir dan pengambilan keputusan generasi muda.

“Numerasi lebih dari sekadar kemampuan berhitung, tetapi juga fondasi untuk berpikir, memahami masalah, dan mengambil keputusan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberi lebih banyak anak kesempatan untuk belajar, mencoba, mencoba lagi, hingga percaya bahwa mereka bisa dan berhasil,” ujar Nugroho.

Menurutnya, kolaborasi yang dikembangkan di Bali diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan generasi yang cerdas, percaya diri, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan bahwa penguatan numerasi sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun sumber daya manusia Bali yang unggul.

Jelang HUT ke-81 RI, BI NTT Edukasi Rupiah dan Perluas QRIS di PLBN Wini-Napan

“Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun SDM Bali Unggul, karena kemampuan numerasi akan membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berbasis data, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

Koster mengapresiasi inisiatif Telkomsel dan Prof. Yohanes Surya dalam menghadirkan pendekatan pembelajaran tersebut di Bali. Pemerintah Provinsi Bali, lanjutnya, siap mendorong kolaborasi yang lebih luas agar manfaat program dapat dirasakan sekolah dan masyarakat di berbagai wilayah Bali.

Dalam penerapannya, teknologi AI ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti peran guru. Pendidik tetap menjadi pusat proses belajar karena memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan, empati, serta memahami perkembangan setiap siswa.

Pencetus metode GASING, Prof. Yohanes Surya Ph.D, menegaskan pentingnya memberikan kesempatan belajar dengan metode yang tepat kepada setiap anak.

“Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah mereka yang belum dapat kesempatan belajar dari guru dan metode yang baik,” ujar Yohanes.

Wali Kota Kukuhkan 36 Paskibraka Kota Kupang, Berikut Nama-namanya

Menurutnya, metode GASING dirancang agar matematika dapat dipelajari secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan. Ketika guru semakin percaya diri dalam mengajar dan siswa tidak lagi takut mencoba, proses pembelajaran akan lebih mudah menghasilkan perubahan.

Dalam kegiatan tersebut, guru dan siswa juga berkesempatan mencoba pendekatan GASING serta pembelajaran melalui Sacred Octagon. Kegiatan ini menjadi tahap awal untuk melihat kebutuhan di lapangan sekaligus mengukur manfaat program secara bertahap.

Sebelumnya, Telkomsel bersama INA AI telah menghadirkan paket bundling Telkomsel x Sacred Octagon melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses keluarga Indonesia terhadap pembelajaran numerasi digital.

Melalui kolaborasi di Bali, dukungan tersebut diperluas dengan melibatkan pemerintah daerah, penguatan kapasitas pendidik, pembelajaran siswa, serta evaluasi berbasis data. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih inklusif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan numerasi generasi muda.

(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement