IDETORIAL.com, Kupang – Turnamen Tenis Lapangan Piala NTT Cup 2026 resmi ditutup pada Minggu, 21 Juni 2026 di Lapangan Tenis Kantor Bulog NTT, Kota Kupang.
Ajang yang berlangsung sejak 17 – 21 Juni 2026 itu diikuti 203 atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta peserta dari negara tetangga Timor Leste.
Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) NTT, Rudy Basuki, mengatakan kejuaraan berlangsung kompetitif dan menjadi wadah penting untuk pembinaan serta penjaringan atlet potensial di daerah.
“Event ini diikuti oleh ratusan pemain yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari Timor Leste. Ini menjadi momentum untuk melihat perkembangan atlet, sekaligus melakukan evaluasi pembinaan tenis lapangan di NTT,” ujar Rudy saat penutupan kejuaraan.
Menurutnya, Turnamen Tenis Lapangan NTT Cup 2026, tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga bagian dari persiapan menghadapi berbagai kejuaraan nasional serta Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
PELTI NTT, kata Rudy, memberikan perhatian khusus terhadap kelompok usia 8 hingga 18 tahun yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi atlet berprestasi.
“Kami fokus pada pembinaan atlet usia dini dan remaja. Mereka memiliki semangat yang luar biasa. Karena itu, PELTI NTT terus memberikan dukungan melalui pelatih terbaik dan bantuan sarana penunjang agar pembinaan di daerah dapat berjalan lebih maksimal,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus cabang dan pelatih tenis lapangan di kabupaten dan kota se-NTT untuk bersama-sama membangun ekosistem olahraga tenis yang lebih baik demi melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional.
Sementara itu, pelatih tenis Kabupaten Sikka, Dewa, menilai kejuaraan seperti NTT Cup sangat dibutuhkan oleh atlet-atlet daerah, yang masih minim kesempatan mengikuti kompetisi.sekaligus untuk pelatih (coach) lebih diperhatikan di tiap pencab untuk fokus pada pembinaan usia dini.
Dengan membawa 10 atlet asal Sikka yang terdiri dari 7 atlit putra dan 3 atlet putri, dirinya menyampaikan apresiasi dengan adanya turnamen yang terus diselenggarakan hanpir setiap tahun, sembari berharap ke depan melalui turnamen – turnamen seperti ini, mampu melahirkan atlit unggul usia dini dari lapangan tenis NTT, agar mampu bersaing di kancah yang lebih tinggi,
“Harapannya melalui even seperti ini, akan muncul bibit – bibit yang unggul dari lapangan tenis terutama provinsi NTT, agar bisa bersaing ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus pembinaan usia dini kami di pengcab kabupaten dapat dukungan, termasuk untuk pelatih,” harapnya.
Dominasi Atlet Muda
Pada kelompok umur 8-10 tahun putra, gelar juara diraih Jassel Dellano Alopada asal Alor setelah mengungguli Matthew Jeremy Risang Aviel dari Atambua di partai final. Sementara kategori putri usia 12-14 tahun dimenangkan Raisa Tiffany Basuki.
Di kelompok umur 12-14 tahun putra, Real Gerald Pedro Bantaika keluar sebagai juara. Sedangkan pada kelompok umur 14-16 tahun putra, gelar terbaik diraih Tiper Sebastian Doni Tuati.
Untuk kategori usia 16-18 tahun, Tasya Charlotia Basuki berhasil menjadi juara pada sektor putri, sementara sektor putra dimenangkan Jaimito Ferreira Carceres.
Tasya Charlotia Basuki juga menunjukkan performa impresif dengan meraih gelar juara pada nomor Ganda Putri Open bersama Diana Agustiani Wuri. Di sektor Ganda Putra Open, pasangan Fachry Nurriza Wakid dan Lizikri Sabrin Sakir Sallo berhasil merebut gelar juara.
Pada kategori Beregu Putra, tim PELTI 1 tampil sebagai juara setelah mengungguli PTC 1 di partai final.
Kejuaraan NTT Cup 2026 menjadi salah satu agenda penting pembinaan tenis lapangan di NTT. Selain menghadirkan persaingan kompetitif, turnamen ini juga menjadi sarana evaluasi atlet dan pengurus cabang dalam upaya menyiapkan generasi petenis NTT yang mampu bersaing di tingkat nasional pada masa mendatang. (lid)