IDETORIAL.com, Kupang – Pemerintah Kota Kupang bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI, perkuat upaya pembangunan keluarga melalui pengukuhan Pengurus dan Tim Eksekutif PKBI Cabang Kota Kupang.
Pengukuhan yang dipimpin Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu, 10 Juni 2026, menandai terbentuknya Tim Eksekutif PKBI pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pembentukan Tim Eksekutif tersebut menjadikan Kota Kupang sebagai daerah pertama di NTT yang memiliki struktur pelaksana program PKBI secara khusus untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di tingkat masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia dan ketahanan keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat.
Menurutnya, keluarga yang kuat akan menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial.
“Membangun kota itu bukan hanya membangun fisik, tetapi membangun manusia dan sosial kemasyarakatannya. Jika keluarga kuat, maka kota juga akan kuat,” ujarnya.
Wali Kota mengapresiasi terbentuknya Tim Eksekutif PKBI Kota Kupang yang dinilai dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program pemberdayaan keluarga di tingkat akar rumput. Ia berharap keberadaan tim tersebut mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan keluarga.
Selain isu keluarga berencana, Christian mendorong PKBI untuk turut berperan dalam berbagai program pembangunan manusia, seperti kesehatan reproduksi, pendidikan keluarga, vaksinasi, serta pemberdayaan perempuan dan anak.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Sekretaris PKBI Provinsi NTT, Agustinus L. Brewon, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap penguatan kelembagaan PKBI. Menurutnya, komitmen tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Ia menjelaskan bahwa PKBI yang berdiri sejak 1957 secara nasional dan hadir di NTT sejak 1988, kini tersebar di 28 provinsi dengan tiga komponen utama, yakni pengurus, eksekutif, dan forum remaja.
“PKBI hadir bukan lagi sekadar mengurus jumlah anak, tetapi berfokus pada upaya membangun keluarga yang berkualitas,” kata Agustinus.
Ia berharap Tim Eksekutif PKBI Kota Kupang yang baru dikukuhkan dapat segera menjalankan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat serta menjawab kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah daerah.
Usai pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan orientasi bagi pengurus dan tim eksekutif guna menyelaraskan program kerja serta memperkuat koordinasi pelaksanaan kegiatan PKBI di Kota Kupang. (Lid)