IDETORIAL.com, Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meresmikan Yayasan Sola Gratia Kupang yang ditandai dengan penandatanganan prasasti di Gereja HKBP Resort Kupang, Sabtu, 30 Mei 2026.
Peresmian tersebut sekaligus mencakup Pos Pelayanan Kesehatan Gereja, dan Pelita Kasih Preschool sebagai wujud kontribusi nyata gereja, dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama Kota Kupang yang harus terus dijaga melalui semangat kebersamaan dan toleransi.
Menurutnya, harmoni tidak berarti menyeragamkan perbedaan, melainkan menciptakan keseimbangan di tengah keberagaman yang ada.
“Harmoni bukan berarti semua harus sama. Justru perbedaan yang ditempatkan pada proporsinya akan melahirkan kekuatan dan keindahan. Itulah wajah Kota Kupang yang selama ini dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan,” ujar Christian.
Ia mengapresiasi kehadiran Yayasan Sola Gratia Kupang yang dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, sebuah lembaga harus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol atau kebanggaan semata.
“Yayasan ini bukan dibangun untuk berdiri megah, tetapi untuk melayani. Kehadiran Pos Pelayanan Kesehatan dan Pelita Kasih Preschool menunjukkan komitmen nyata dalam membantu pemerintah menjawab kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan,” katanya.
Wali Kota juga menyampaikan penghargaan kepada jemaat HKBP yang telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Kota Kupang selama tiga dekade terakhir. Bertepatan dengan peringatan 140 tahun Kota Kupang dan 30 tahun Kota Kupang sebagai daerah otonom, ia menilai kontribusi HKBP telah melahirkan banyak tokoh yang berkiprah di berbagai bidang.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaat HKBP yang telah menjadi bagian dari pembangunan Kota Kupang. Banyak tokoh lahir dari komunitas ini dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Christian juga mengapresiasi langkah HKBP Resort Kupang yang mendirikan Pelita Kasih Preschool sebagai sarana pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan daerah dimulai dari pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.
“Dari ruang-ruang kelas seperti inilah akan lahir generasi masa depan Kota Kupang. Karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang aman, sehat, ramah anak, dan mampu membentuk karakter yang kuat,” tegasnya.
Pendeta Resort HKBP Kupang, Pdt. Icce Lolaria Sinaga, mengatakan bahwa peresmian Yayasan Sola Gratia Kupang merupakan bagian dari komitmen gereja untuk terus melayani masyarakat melalui bidang pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, HKBP yang tahun ini memasuki usia 165 tahun, sementara HKBP Resort Kupang genap berusia 30 tahun, ingin terus hadir sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami tidak ingin dikenal karena kemegahan, tetapi karena pelayanan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui yayasan ini, kami ingin menjadi berkat bagi Kota Kupang,” ujarnya.
Ketua Panitia, dr. C.J. Siburian, menjelaskan bahwa Yayasan Sola Gratia yang berarti “Hanya Oleh Anugerah” dibentuk sebagai wadah pelayanan diakonia yang holistik bagi jemaat dan masyarakat.
Ia menyebutkan terdapat tiga unit pelayanan yang diresmikan, yakni Yayasan Sola Gratia Kupang, Pos Pelayanan Kesehatan Gereja, dan Pelita Kasih Preschool.
Pos pelayanan kesehatan tersebut didukung oleh dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, serta tenaga kesehatan lainnya dan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.
Sementara Pelita Kasih Preschool melayani anak usia 2 hingga 6 tahun dengan metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan didukung tenaga pendidik yang kompeten.
Rangkaian peresmian juga diisi dengan kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang melibatkan sekitar 20 tenaga kesehatan dengan sasaran 200 peserta dari kalangan jemaat maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Yayasan Sola Gratia Kupang dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara gereja, pemerintah, dan warga dalam membangun Kota Kupang yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Lid)