IDETORIAL.com, Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan dan menghargai rupiah, merupakan dua hal penting yang harus menjadi budaya masyarakat dalam mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih, tertata, dan nyaman.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan kolaborasi bertajuk: “Youth In Action : Bumi Bersih, Rupiah Bermakna, Untuk Kupang Lebih Namas” yang melibatkan berbagai generasi muda, pelajar, LSM, komunitas peduli lingkungan, serta Bank Indonesia perwakilan NTT, Sabtu, 30 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Serena mengatakan bahwa meskipun memiliki fokus yang berbeda, gerakan menjaga bumi dan merawat rupiah, sesungguhnya membawa pesan yang sama, yakni membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama demi masa depan yang lebih baik.
“Bumi yang bersih dan rupiah yang terjaga adalah dua hal yang sama-sama penting. Keduanya mengajarkan kita tentang tanggung jawab, kepedulian, dan penghargaan terhadap apa yang kita miliki. Jika lingkungan dijaga dan rupiah dihargai, maka kita sedang membangun fondasi yang kuat untuk kemajuan Kota Kupang,” ujarnya.
Menurut Serena, persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Kota Kupang. Karena itu, diperlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan menjaga lingkungan mulai dari rumah tangga, sekolah, tempat ibadah, hingga ruang-ruang publik.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat uang rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Edukasi tentang perlakuan yang baik terhadap rupiah, kata dia, perlu terus ditanamkan kepada masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas bangsa.
Serena menilai kegiatan yang menggabungkan kampanye kebersihan lingkungan dan edukasi cinta rupiah tersebut merupakan langkah positif karena mampu membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan yang sederhana namun berdampak luas.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Ketika masyarakat terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan memperlakukan rupiah dengan baik, maka secara tidak langsung kita sedang menciptakan budaya yang positif bagi generasi mendatang,” katanya.
Lebih lanjut, Serena mengajak seluruh warga Kota Kupang untuk bersama-sama mendukung visi pembangunan daerah melalui tindakan nyata yang dimulai dari lingkungan sekitar.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan kota dan membangun kesadaran kolektif dalam menghargai rupiah. Jika ini dilakukan bersama-sama, saya yakin cita-cita mewujudkan Kupang yang lebih namas, maju, dan berdaya saing dapat tercapai,” pungkasnya.
Kegiatan Giat Bumi Bersih, Rupiah Bermakna ditandai dengan penanaman 30 anakan mangrove dan aksi bersih – bersih pantai,
Kegiatan kolaborasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan dan kebanggaan bangsa. (Lid)