IDETORIAL.com, Kupang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersinergi dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menggelar Bootcamp UMKM Sektor Pariwisata 2026 pada 25–26 Mei 2026 dengan mengusung tema“Jelajah Flobamorata untuk Membangun Nusantara” .
“Ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM, dan sektor pariwisata agar lebih adaptif, kompetitif, serta mampu memperluas akses pasar,”kata Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Rio Khasananda.
Rio menjelaskan, sektor pariwisata NTT, masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, terutama dalam peningkatan kualitas produk dan layanan, kemampuan digital, akses pasar, hingga integrasi UMKM dalam rantai nilai industri pariwisata.
“Penguatan kapasitas menjadi langkah penting agar UMKM NTT mampu naik kelas dan menjadi bagian utama dalam ekosistem pariwisata daerah, termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk melayani wisatawan mancanegara,” ujar Rio.
Pemerintah Provinsi NTT turut mengapresiasi kolaborasi antara Bank Indonesia, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, serta ASITA NTT dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis ekonomi masyarakat.
Pengembangan sektor pariwisata di NTT, saat ini diarahkan pada penguatan desa wisata sebagai etalase budaya daerah, dengan dukungan UMKM lokal, sebagai penyedia produk dan layanan unggulan yang mampu memberikan nilai tambah bagi wisatawan.
Bootcamp tersebut diikuti 30 UMKM yang berasal dari desa wisata, dan pelaku usaha pendukung sektor pariwisata, mulai dari kuliner, wastra hingga kriya.
Para peserta mendapatkan materi terkait kebijakan pembangunan pariwisata NTT, pengembangan destinasi dan promosi, green tourism and hospitality, penyusunan Business Model Canvas (BMC), bahasa Inggris untuk pariwisata, hingga akses pembiayaan UMKM.
Melalui kegiatan ini, UMKM dan desa wisata diharapkan semakin siap menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk kunjungan wisatawan melalui kapal pesiar (cruise ship), sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata NTT yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.(Lid/hms)