IDETORIAL.com, Sumba Timur – Tokoh Masyarakat sekaligus Pelaku Usaha Peternakan Hewan Besar di Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Stefanus Pekuwali, mengajak seluruh peternak lokal untuk bersama-sama menolak praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood.
Menurutnya, maraknya pengiriman ternak non-prosedural, manipulasi dokumen, penjualan indukan betina produktif, serta pengapalan kuda yang belum cukup umur dan berat, mengancam keberlanjutan populasi kuda endemik kebanggaan Sumba.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap upaya manipulasi administrasi di lapangan. Menjual betina produktif dan memalsukan dokumen hanya demi keuntungan sesaat adalah tindakan yang merusak masa depan peternakan kita sendiri,” tegas Stefanus Pekuwali saat ditemui di kawasan sentra peternakan Pandawai, Rabu, 27 Mei 2026.
Dirinya menekankan bahwa, regulasi yang dikeluarkan pemerintah daerah harus didukung penuh demi menjaga kelestarian plasma nutfah Kuda Sandelwood sekaligus menciptakan harga yang lebih adil bagi peternak.
Komitmen Edukasi dan Pengawasan Mandiri
Stefanus Pekuwali berkomitmen menggunakan pengaruhnya untuk mengedukasi peternak tradisional agar tidak terjebak dalam praktik ijon dan bujuk rayu spekulan ilegal. Ia juga mendorong vigilansi kolektif di tingkat hulu dengan memperketat pengawasan terhadap pergerakan truk pengangkut ternak yang mencurigakan, khususnya yang beroperasi pada malam hari.
“Kita harus memutus rantai penyelundupan sejak dari hulu. Tujuan kita sama, yaitu membangun bisnis ternak yang legal, aman, dan menguntungkan bagi semua pihak tanpa merusak adat dan melanggar hukum negara,” tambah Stefanus
Ia mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Polresta Kupang dan Polres Sumba Timur dalam mengawal jalur distribusi dan pemeriksaan di pelabuhan serta karantina hewan.
Menuju Kedaulatan Ekonomi Sumba
Melalui inisiatif ini, Stefanus Pekuwali berharap Kecamatan Pandawai dapat menjadi role model dalam penerapan tata niaga ternak yang sehat di seluruh Sumba Timur.
Sinergi antara pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan diharapkan mampu menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban serta menjamin Kuda Sandelwood tetap menjadi simbol kemakmuran dan kejayaan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Lid)