IDETORIAL.com, Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menyerahkan bantuan hewan kurban dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al-Fatah Kampung Solor, Selasa 26 Mei 2026.
Wali Kota Kupang, Chris Widodo dalam sambutannya menegaskan bahwa, Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat nilai kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Idul Adha mengajarkan kita untuk berbagi, mengurangi ego, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Membangun kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun budaya empati dan kebersamaan,” ujar Christian Widodo.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Kupang tahun ini menyalurkan 15 ekor sapi kurban. Sementara Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah pusat masing-masing turut memberikan dua ekor sapi.
Menurut Christian, seluruh bantuan hewan kurban tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat di berbagai wilayah Kota Kupang. Khusus di Masjid Al-Fatah, bantuan yang disalurkan sebanyak dua ekor sapi untuk masjid dan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (Forkas).
Wali Kota juga mengapresiasi kerukunan masyarakat di Kampung Solor yang dinilai menjadi contoh harmoni di tengah keberagaman Kota Kupang.
Ketua Yayasan Masjid Al-Fatah, Ibnun Abdulmanan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Muslim menjelang Idul Adha.
“Atas nama pengurus dan jemaah Masjid Al-Fatah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang. Bantuan ini sangat berarti dan akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Kegiatan penyerahan hewan kurban tersebut juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga semangat toleransi dan gotong royong di Kota Kupang.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja, Anggota DPRD Provinsi NTT, Junaidin dan Debora Lende, Anggota DPRD Kota Kupang, Muhammad Ramli, Pimpinan Perangkat Daerah, Imam Masjid, Camat Kota Lama, Plh Lurah Kelurahan Solor, tokoh agama, tokoh masyarakat serta Ketua Forkas dan Ketua Karang Taruna. (Lid)