GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Nobar-FSAI-2026-with-Australian-Alumni-in-Kupang-NTT

Konsul Jenderal Australia Kunjungi Kupang, Resmikan Festival Sinema Australia Indonesia 2026

IDETORIAL.com, Kupang – Konsul Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang pada 18–19 Mei 2026 sekaligus membuka secara resmi Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Jo Stevens bertemu dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, mengunjungi pojok #AussieBanget di Universitas Nusa Cendana, berdialog bersama alumni Australia di NTT, serta meninjau program yang didukung melalui Direct Aid Program (DAP) Konsulat Jenderal Australia di Bali.

Saat membuka FSAI 2026 di Bioskop Transmart XXI Kupang, Jo Stevens menyampaikan kebanggaannya karena untuk pertama kalinya festival tersebut digelar di Kupang.

“Tahun ini kami sangat bangga membawa FSAI ke Kupang untuk pertama kalinya. FSAI selalu menjadi ruang untuk berbagi cerita dan memperkuat ikatan kreatif antara Australia dan Indonesia. Saya senang masyarakat Kupang kini dapat merasakan semangat festival ini,” ujarnya.

FSAI 2026 di Kupang menampilkan film Australia berjudul Kangaroo yang mengangkat kisah menyentuh, serta film pendek FOTOME karya sineas Indonesia, Vera Isnaini, yang pernah menempuh pendidikan di Australia.

KPK Sambangi Ombudsman NTT, Soroti Dugaan Pungli dan Celah Korupsi dalam SPMB 2026

Festival kemudian ditutup dengan pemutaran film horor bertahan hidup asal Australia berjudul Dangerous Animals yang mendapat antusiasme penonton.

Festival Sinema Australia Indonesia, merupakan agenda tahunan yang menampilkan karya perfilman terbaik Australia dan Indonesia, melalui pemutaran film gratis di berbagai kota di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD NTT, Syafrudin Herman, Jo Stevens menegaskan pentingnya kolaborasi Australia dan Indonesia dalam penanganan risiko bencana melalui program Australia-Indonesia Partnership on Disaster Risk Management atau SIAP SIAGA.

Keduanya juga membahas peluang kerja sama yang lebih erat guna memastikan keselamatan masyarakat dan wisatawan apabila terjadi bencana di wilayah NTT.

Selain itu, Jo Stevens turut mengunjungi Universitas Nusa Cendana dan bertemu Kepala Kantor Urusan Internasional, Dr. Santri Djahimo. Dalam kesempatan tersebut, ia meninjau #AussieBanget Corner yang menjadi ruang informasi bagi mahasiswa untuk mengenal Australia serta peluang studi di negara tersebut.

Pimpin Upacara Hardiknas, Wawali Serena Serukan Semangat Kebangkitan Nasional di Era Digital

Konsul Jenderal Australia itu juga menyempatkan diri bertemu sejumlah anggota komunitas alumni Australia (Koala) NTT dan mengunjungi SMP Negeri 5 Sumlili di Kupang Barat.

Sekolah tersebut menjadi bagian dari program “Climate Smart Education” yang dijalankan Yayasan NTA Indonesia dengan dukungan pendanaan dari Direct Aid Program (DAP) Konsulat Jenderal Australia di Bali.

Dalam kunjungan itu, para siswa memperlihatkan kebun berkelanjutan serta tanaman tahan perubahan iklim yang dikembangkan sebagai bagian dari edukasi adaptasi iklim di lingkungan sekolah.(Lid)

Serena Francis Dorong Pemenuhan Hak Anak di Kupang
error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement