IDETORIAL.com, Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi antar Pemerintah dan para seniman. khususnya dalam pengembangan teater dan perfilman berbasis budaya lokal.
“Pemkot Kupang berkomitmen perkuat kolaborasi dengan komunitas seni, sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem perfilman di daerah,”kata Serena saat audiens, Rabu, 29 April 2026.
Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, tengah menyiapkan sejumlah program strategis, salah satunya Sunset Cinema yang direncanakan diluncurkan tahun ini, sebagai ruang apresiasi bagi karya film lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem perfilman.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan ruang kreatif di Taman TGP, sebagai pusat aktivitas seni yang mencakup pertunjukan teater, musik, dan berbagai ekspresi seni lainnya. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa seluruh masukan dari para seniman akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan ke depan. Ia juga mengajak seluruh komunitas seni untuk terus berkolaborasi dalam membangun Kota Kupang sebagai kota yang berkarakter budaya.
“Pertemuan ini juga diharapkan menjadi langkah awal, dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku seni demi kemajuan sektor kebudayaan di Kota Kupang,”tambah Serena.
Ketua Sanggar Teater SATU Timor, Deky Seo, dalam pertemuan tersebut menyampaikan sejumlah gagasan strategis yang telah dikembangkan komunitasnya secara mandiri, salah satunya program “teater masuk sekolah” yang menyasar peserta didik jenjang SD dan SMP.
“Program ini efektif sebagai sarana pembinaan generasi muda, sekaligus penguatan pendidikan karakter melalui pendekatan seni dan budaya,”jelas Deky
Ia juga mengungkapkan bahwa, selama lebih dari tiga dekade berkarya, komunitas tersebut telah membina ribuan anggota, Selain aktif dalam berbagai pementasan, komunitas ini juga terlibat dalam produksi film nasional, termasuk film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara, serta tengah mengembangkan karya film mandiri yang mengangkat kearifan lokal.
Salah satu rencana yang dipaparkan adalah produksi film bertema budaya lokal Helong berjudul Baung Sipeniuk Kleumpola, yang akan mengambil lokasi syuting di wilayah Kolhua. Film ini diharapkan menjadi media pelestarian budaya sekaligus sarana promosi identitas masyarakat Kupang di tingkat nasional hingga internasional melalui berbagai festival film.
Para seniman juga mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk menginisiasi Pesta Budaya Helong, sebagai upaya konkret, menjaga eksistensi budaya lokal di tengah arus modernisasi. Selain itu, mereka mengusulkan adanya ruang dialog rutin, antara pemerintah dan komunitas seni, serta dukungan melalui perencanaan program dan penganggaran yang berpihak pada pelaku seni.