IDETORIAL.com, Kupang – Sektor pertanian dan pertumbuhan UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi dua fokus utama dalam memperkuat perekonomian daerah.
Hal tersebut dibahas bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Ekonomi Daerah, Kamis,12 Maret 2026 di Kantor OJK Kupang.
Sektor pertanian menjadi perhatian utama mengingat kontribusinya yang besar terhadap struktur ekonomi NTT, sekaligus potensinya untuk terus diperkuat melalui dukungan pembiayaan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan rantai nilai berbasis potensi lokal.
Peningkatan produktivitas pertanian, peternakan, perikanan, dan komoditas unggulan lainnya perlu didorong secara konsisten, sebelum memasuki tahapan hilirisasi dan industrialisasi, agar proses transformasi ekonomi daerah berjalan lebih kokoh dan berkelanjutan.
Sementara, penguatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan UMKM di NTT.
Akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau akan membantu pelaku usaha memperoleh tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing produk lokal.
“Pengembangan ekonomi daerah, perlu dimulai dari penguatan sektor produktif berbasis potensi riil wilayah,”kata Gubernur NTT, Melki Laka Lena
Kepala OJK NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata menegaskan bahwa OJK terus berkomitmen dalam memperkuat ekosistem pembiayaan yang mendukung pertumbuhan ekonomi diberbagai sektor khususnya pertanian dan UMKM di daerah.
“OJK terus berkomitmen perkuat ekosistem, sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah, mendorong penguatan sektor unggulan, serta memperluas akses pembiayaan bagi
pelaku usaha produktif di daerah,”ujar Jimmy
Menurut dia, dengan dukungan pembiayaan yang lebih mudah, terjangkau, serta didukung oleh
peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, diharapkan UMKM di NTT dapat tumbuh lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Secara struktur ekonomi, NTT masih didominasi oleh usaha berskala kecil, di mana
sekitar 99,45 persen unit usaha merupakan usaha mikro dan kecil, dengan
dominasi pada sektor perdagangan dan usaha rumah tangga.Pada saat yang sama, sektor pertanian tetap menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di berbagai kabupaten/kota.
Dari sisi akses pembiayaan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTT
hingga Februari 2026 mencapai Rp483 miliar, atau tumbuh sekitar 13,73 persen
secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Capaian ini menunjukkan bahwa, kebutuhan pembiayaan produktif masyarakat terus meningkat dan memerlukan dukungan ekosistem pembinaan yang semakin kuat,”terang Jimmy
Lewat Rakor tersebut, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat efektivitas penyaluran KUR agar lebih tepat sasaran, khususnya bagi pelaku usaha produktif pada sektor-sektor prioritas daerah seperti pertanian, peternakan, perikanan, industri pengolahan, dan usaha berbasis potensi lokal.
Selain aspek pembiayaan, juga ditekankan pentingnya program pendampingan usaha, literasi keuangan, peningkatan kapasitas manajemen usaha, serta penguatan kesiapan UMKM dalam mengakses pembiayaan formal.
Pendekatan ini dinilai penting agar pembiayaan yang diterima benar-benar mampu meningkatkan produktivitas usaha dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah daerah, otoritas keuangan, perbankan, akademisi, dan pelaku usaha diharapkan semakin memperkuat fondasi ekonomi NTT yang inklusif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam Rakor Pembahasan Ekonomi Daerah yakni, Kepala Kantor Perwakilan Bank
Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan NTT Adi Setiawan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT Matamira B. Kale, jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemrov NTT, akademisi, lembaga jasa keuangan serta unsur asosiasi profesi ekonomi.
Rakor tersebut juga membahas berbagai isu strategis perekonomian daerah, antara lain perkembangan pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, penguatan sektor unggulan lokal, peningkatan investasi, serta optimalisasi akses pembiayaan. (Lid)
Dalam arahannya, Gubernur NTT menegaskan bahwa .