GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
BPBD dan tim gabungan berhasil memadamkan karhutla seluas 98,28 hektare di Savana Propok, kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur

98 Hektare Lahan Terbakar di Lombok Timur, BNPB Perkuat Imbauan Kesiapsiagaan

IDETORAIL.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca yang masih dinamis.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur, dilaporkan telah berdampak pada area seluas 98,28 hektare. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi kejadian saat ini telah kondusif.

Meski demikian, BNPB menegaskan bahwa kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca panas yang disertai angin kencang. Di sisi lain, beberapa daerah juga diperkirakan masih akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kondisi cuaca tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang mulai memasuki musim kemarau, sekaligus memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang di daerah yang masih mengalami curah hujan tinggi.

Dalam rilis tertulis, Kamis, 4 Juni 2026, BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta terus memantau informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan BPBD setempat. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun potensi ancaman bencana di lingkungan sekitar.

Pakar PBB Kecam Peradilan Militer Dalam Kasus Serangan Air Keras Pembela HAM Andrie Yunus

Selain itu, pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan, dan langkah-langkah mitigasi, terutama di wilayah yang rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

BNPB menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanganan bencana. Kesiapsiagaan, deteksi dini, dan respons cepat seluruh unsur dinilai menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko serta dampak bencana, sehingga keselamatan masyarakat dapat terjaga dan proses pemulihan dapat berlangsung optimal.(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement