IDETORIAL.com, Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, mendorong percepatan implementasi bantuan sosial (bansos) digital di Kota Kupang, program yang menjadi bagian dari transformasi penyaluran bantuan sosial dapat mulai diterapkan pada Agustus 2026.
Hal itu disampaikan Serena usai mengikuti rapat koordinasi secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri di Ruang Rapat Garuda, Balai Kota Kupang, Selasa, 30 Juni 2026.
Dalam rapat tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Ariantje Baun, serta perwakilan Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang.
Serena meminta, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki peran dalam pelaksanaan program tersebut, memperkuat koordinasi agar seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan sesuai target.
“Kita perlu membangun koordinasi yang lebih intensif antar-OPD agar implementasi bantuan sosial digital di Kota Kupang dapat berjalan sesuai rencana dan mulai diterapkan pada Agustus nanti,” ujarnya.
Menurut Serena, Kota Kupang menjadi salah satu daerah di Indonesia yang ditunjuk sebagai pilot project penerapan bantuan sosial digital. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan memberikan perhatian dan dukungan penuh agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.
Ia menjelaskan, penerapan bansos digital bertujuan meningkatkan akurasi penyaluran bantuan kepada masyarakat. Data penerima manfaat akan disinkronkan dengan data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sehingga bantuan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran.
Serena juga mengungkapkan bahwa dalam rapat bersama Kementerian Dalam Negeri, Kota Kupang diminta mempercepat proses persiapan karena berdasarkan evaluasi pemerintah pusat, capaian implementasi masih perlu ditingkatkan.
“Saat mengikuti zoom meeting dengan Kementerian Dalam Negeri disebutkan bahwa Kota Kupang harus lebih cepat melakukan proses untuk bantuan sosial digital karena masih harus mengejar target. Oleh karena itu, seluruh OPD terkait diharapkan mempercepat progres sehingga pada Agustus nanti seluruh persiapan sudah mencapai 100 persen,” katanya.
Pemerintah Kota Kupang optimistis penerapan bantuan sosial digital akan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Selain memanfaatkan data kependudukan yang terintegrasi, sistem ini juga diharapkan mampu meminimalkan potensi kesalahan data penerima sekaligus memastikan bantuan pemerintah diterima oleh warga yang benar-benar berhak. (lid)