IDETORIAL.com, Sikka – Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Kabupaten Sikka, Flores Timur (Flotim), dan Lembata, bersama perkuat sinergi dan kolaborasi dalam berbagai kebijakan strategis, yang bertujuan menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, dan mempercepat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan di wilayah masing – masing.
“Melalui agenda strategis ini, BI NTT bersama pemerintah kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata saling sinergi mendukung stabilitas inflasi dan percepatan digitalisasi,”kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam pertemuan High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD di Sikka.
Dalam rilis tertulis, Minggu, 5 April 2026, Adidoyo menjelaskan, data inflasi kabupaten Sikka ditahun 2025 tercatat sebesar 0,38% (yoy), sedangkan pada Februari 2026, inflasi pada kabupaten tersebut tercatat sebesar 3,05% (yoy), yang diakibatkan oleh normalisasi tarif listrik, mengingat adanya insentif diskon tarif listrik pada Januari – Februari 2025.
Berdasarkan data pada tahun 2024 dan 2025, inflasi diperkirakan akan terjadi pada bulan dengan festive season seperti paskah maupun perayaan lainnya. Untuk itu, perlu dilakukan beberapa upaya pengendalian inflasi seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dibarengi dengan subsidi ongkos angkut, sidak pasar, himbuan belanja bijak, hingga pengembangan KAD B2B (business-to-business), dan pengembangan komoditas klaster pangan berdasarkan local champion.
Selain itu, penerimaan pajak dan retribusi kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata di tahun 2025 secara umum meningkat. Namun, masih terdapat ruang optimalisasi pada ketersediaan dan pemanfaatan, kanal digital belanja daerah di kabupaten Flores Timur dan Lembata, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Untuk itu, diusulkan agar dapat dilakukan perluasan implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah, optimalisasi kanal digital seperti QRIS, implementasi SP2D online, dan mendorong sosialisai dan edukasi secara rutin.
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi mengatakan, dengan sinergi yang kuat diharapkan dapat mendorong berbagai kebijakan strategis dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, dan mempercepat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan.
” Pertemuan HLM TPID dan TP2DD, merupakan momentum penting untuk perkuat sinergi dan kolaborasi di wilayah Flores Bagian Timur, khususnya Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata,”kata Simon Subandi Supriadi.
Pengendalian inflasi, merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah, serta melindungi daya beli masyarakat. Di sisi lain, Pemerintah Daerah juga terus mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, sebagai bagian dari upaya transformasi tata kelola pemerintahan, yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
HLM TPID dan TP2DD turut dihadiri oleh FORKOPIMDA, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata, BULOG Kabupaten Sikka, KADIN Kabupaten Sikka, pimpinan perbankan, serta akademisi Universitas Nusa Nipa. (*)
.