GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Silahtureahmi Lintas Etnis

Silaturahmi Lintas Etnis, Keberagaman Kekuatan Kota Kupang

IDETORIAL.com, Kupang – Wali Kota Kupang, Chris Widodo, Mengatakan Kota Kupang adalah rumah bersama bagi semua warga tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun budaya. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kota Kupang bukanlah hambatan, melainkan kekuatan sosial yang harus terus dipelihara.

Kota Kupang adalah rumah bersama bagi semua warga tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun budaya. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kota Kupang bukanlah hambatan, melainkan kekuatan sosial yang harus terus dipelihara.

“Harmoni itu bukan sama atau seragam, tetapi seimbang. Kita lahir dengan keunikan masing-masing, namun ketika disatukan dalam proporsi yang tepat, maka terciptalah keharmonisan,” kata Wali Kota Kupang Cris Widodo saat membuka kegiatan Silaturahmi Lintas Etnis bertema “Merajut Harmoni, Meneliti Hati, Sucikan Diri dalam Moderasi Beragama” yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu, 29 April 2026.

Wali Kota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Forum Pembauran Kebangsaan yang telah menunjukkan dedikasi besar dalam mendukung pembangunan persatuan di Kota Kupang.

Ia secara khusus menyoroti keberhasilan FPK dalam menyukseskan Karnaval Budaya beberapa waktu lalu. Menurutnya, hampir seluruh komunitas yang tergabung dalam forum tersebut hadir dan berpartisipasi aktif menampilkan atraksi budaya terbaik meskipun persiapan dilakukan dalam waktu singkat.

Hardiknas di Kupang, Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti Bakal Kunjungi Sejumlah Sekolah

Wali Kota menuturkan bahwa tanpa dukungan anggaran khusus dari pemerintah, berbagai komunitas tetap datang dengan penuh semangat dan menampilkan pertunjukan budaya bernilai tinggi. Komunitas Manggarai, Alor, K2S, komunitas Jawa, dan berbagai kelompok lainnya tampil memukau melalui tarian adat, reog, kuda lumping, serta ragam ekspresi budaya lain yang menjadi kekayaan Kota Kupang.

“Saya sungguh terharu melihat betapa besar kecintaan masyarakat dan komunitas kepada Pemerintah Kota Kupang. Dalam waktu singkat mereka datang, hadir, dan menampilkan yang terbaik,” ujar Wali Kota

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan NTT, Theodorus Widodo, turut menyampaikan sambutan penuh kehangatan. Ia mengaku menjadi salah satu orang yang paling berbahagia karena malam itu dihadiri banyak tokoh, pemuka agama, dan perwakilan komunitas lintas etnis dalam suasana persaudaraan yang erat. Menurutnya, kegiatan tersebut layak disebut sebagai malam reuni dan malam persatuan.

Theodorus Widodo juga mengenang perjalanan panjang Forum Pembauran Kebangsaan sejak awal berdiri pada tahun 2008, dua tahun setelah terbitnya regulasi nasional mengenai pembauran kebangsaan. Ia menyampaikan penghargaan kepada para pendahulu yang telah merintis forum tersebut serta menjaga semangat persatuan di Nusa Tenggara Timur hingga saat ini.

“Setiap manusia lahir dengan identitas yang melekat sejak awal, namun juga memiliki identitas budaya yang dibentuk oleh lingkungan tempat bertumbuh,” terang Theodorus.

Wawali Serena Francis Buka MTQ Kota Kupang, Dari Tilawah Menuju Harmoni dan Prestasi

Karena itu, tambah Theodorus, pembauran bukan berarti menghapus jati diri, melainkan merawat identitas masing-masing sambil membangun kebersamaan. Ia pun bersyukur karena semakin banyak komunitas baru yang kini bergabung kembali dalam Forum Pembauran Kebangsaan. (*)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement