GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sikka Dilanda Banjir, 15 Hektare Sawah Terdampak

EDITORIAL.com, Sikka – Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda banjir akibat curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, menyebabkan Sungai Lowo Regi meluap dan berdampak pada infrastruktur vital, terutama akses jalan penghubung antar desa.

Salah satu titik terdampak paling signifikan berada di crossway Kali Lowo Regi, Desa Masebewa, yang mengalami kerusakan hingga menyebabkan akses jalan terputus. Kondisi ini menghambat mobilitas warga serta distribusi logistik antarwilayah.

Berdasar rilis tertulis BNPB, Minggu, 23 MAret 2026, sebanyak 10 desa terdampak dengan total 2.922 kepala keluarga atau 12.981 jiwa. Warga terpaksa menyeberangi arus banjir dengan berjalan kaki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang berisiko bagi keselamatan. Selain itu, sekitar 2.922 unit rumah terdampak, dengan rincian 1 unit rusak berat dan 3 unit rusak ringan.

Dampak banjir juga meluas ke sektor infrastruktur dan ekonomi masyarakat. Sekitar 15 hektare lahan persawahan terdampak, bangunan penangkap air mengalami kerusakan, serta pipa distribusi air bersih terputus. Selain itu, terdapat empat titik akses jalan yang mengalami kerusakan berupa lubang, sehingga semakin menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.

BPBD Kabupaten Sikka bersama aparat setempat dan instansi terkait telah melakukan koordinasi serta turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei dan identifikasi guna mendukung asesmen dan pendataan lebih lanjut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan penanganan yang tepat serta percepatan pemulihan kondisi di wilayah terdampak.

Pemkot Siapkan Rp.1,5 Milliar Perbaiki Jalan Rusak di Kupang

Peristiwa ini terjadi dalam masa Status Siaga Darurat Bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 495/KEP/HK/2025 yang berlaku sejak 8 Desember 2025 hingga 8 Juni 2026. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan sembako, terpal, air bersih atau air mineral, perbaikan darurat akses crossway, serta perlengkapan dapur (kitchen set).

Hingga kini, penanganan masih terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sikka bersama unsur terkait lainnya. Percepatan pemulihan akses dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi prioritas utama.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi. Masyarakat perlu memantau informasi cuaca, menjaga kebersihan saluran air, serta segera mengungsi ke tempat aman jika terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda longsor.

Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan seiring tingginya mobilitas masyarakat pada periode pasca Idul Fitri. Pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan mitigasi guna meminimalkan risiko bencana.(Lid)

5 Ribu Orang Ikut Ramaikan Pawai Malam Takbiran di Kupang
error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement