IDETORIAL.com, Kupang – Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe bersikeras pertanyakan urgensi Wali Kota Kupang, Chris Widodo memperkerjakan 5 orang tim cyber, untuk awasi aktivitas ASN bermedsos di saat jam kerja.
“Tidak perlu tim cyber, kan ada pimpinan di dinas maupun kelurahan, dia yang tidak awasi staff hingga mereka main – main begitu, itu berarti sudah tidak percaya pimpinan di dinas atau kelurahan,”tandas Yeskiel Loudoe, Selasa, 31 Maret 2026
Menurut dia, hal ini terjadi karena ada indikasi pembiaran yang berlarut – larut, padahal di tiap dinas atau kelurahan ada pimpinan tertinggi atau Kadis, ada Lurah lalu ada sekretaris, kepala bidang, kepala seksi, yang juga memiliki tanggungjawab mengawasi para staff di saat jam kerja berlangsung.
“Kerjanya tim cyber apa? pasti memantau atau awasi, lalu pimpinan ada dimana ?, menurut saya yang gagal itu pimpinan, kalo di dinas atau kelurahan ada yang main medsos, maka yang gagal pimpinan karena bimbingan itu dari dalam, istilahnya ikan itu dari kepala,”tambah Yeskiel.
Sebelumnya, Wali Kota Kupang, Chris Widodo mengemukakan dimana – mana bahkan hingga perusahaan swasta, sekolah – sekolah hingga kantor pemerintahan di tingkat pusat, semua menekankan hal yang sama, tidak bermain Media Sosial (Medsos) disaat jam kerja. untuk itu dirinya membuat tim pribadi sebanyak 5 orang sebagai tim cyber yang akan membuat laporan, jika ditemukan ASN bermain medsos disaat jam – jam kerja.
“Ini tim pribadi dan saya biayai sendiri, supaya mereka laporkan ke saya, siapa saja yang bermain saat jam kerja,”jelas Chris.
Untuk sanksi bagi ASN yang kedapatan ber-Medsos di jam kerja akan dikenai sanksi disiplin baik dari teguran lisan hingga teguran tertulis yang akan di tindaklanjuti oleh Badan Kepegawaian Daerah. (Lid)