GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

BI NTT Perluas Inovasi Digital Lewat Program PIDI-Digdaya X Hackkathon

EDITORIAL.com, Kupang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong penguatan inovasi digital daerah lewat kegiatan pendampingan inovasi digital dalam program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) – DIGDAYA x Hackathon 2026,

Pendampingan dalam program PIDI – DIGDAYA x Hackathon 2026, merupakan kolaborasi BI bersama OJK, industri, dan mitra strategis lainnya.

“BI menegaskan komitmennya untuk terus berperan, sebagai fasilitator dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di daerah, melalui penguatan kapasitas, fasilitasi inovasi, serta kolaborasi lintas sektor,”terang Kepala BI NTT, Adidoyo Prakoso, dalam rilis tertulis, Selasa, 31 Maret 2026, .

Program PIDI – DIGDAYA x Hackathon 2026, berfokus pada pencarian inovator dengan pola pikir yang meyakini bahwa, kemampuan dan kecerdasan seseorang dapat berkembang melalui usaha, belajar, dan ketekunan [growth mentality], yang memiliki semangat belajar dan berkomitmen untuk menghasilkan prototype digital, yang bermanfaat untuk menjawab tantangan prioritas nasional, memperkuat layanan publik, serta mendorong inklusi dan produktivitas ekonomi.

Kegiatan pendampingan dihadiri oleh calon peserta dari Provinsi NTT, diantaranya unsur Pemerintah Daerah (BPAD Provinsi NTT, Bapenda Kota Kupang, dan BKAD Kota Kupang), akademisi dan mahasiswa, serta pelaku industri kreatif. Penguatan kapasitas peserta dalam merumuskan model bisnis inovasi digital menjadi kunci dalam menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Beredar Info Harga BBM Naik di April 2026, Pertamina : Hoaks, Belum Ada Pengumuman Resmi

Kegiatan dibuka oleh Kepala Unit Implementasi Kebijakan SP BI NTT, Teguh Ersada Natail Sitepu, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi Business Model Canvas oleh narasumber dari Fakultas Teknologi Rekayasa Universitas Katolik Parahyangan Bandung yaitu Prof. Dr. Ir. Bagus M. Arthaya dan Dr. Ir. Rian Pratikto, MT, yang memberikan pemahaman kepada peserta dalam menyusun model bisnis yang komprehensif dan berkelanjutan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pendampingan intensif untuk meningkatkan kapasitas dalam merumuskan ide inovasi digital yang aplikatif dan berdaya saing serta menuangkannya dalam bentuk proposal untuk mendorong keterwakilan NTT dalam PIDI – DIGDAYA x Hackathon 2026.

Berbagai ide yang dihasilkan mencerminkan kebutuhan dan karakteristik wilayah NTT, terutama inovasi pendorong pembayaran pajak dan retribusi, peningkatan transaksi non tunai melalui QRIS, serta pengembangan UMKM.

BI NTT akan terus melakukan pendampingan dan monitoring kepada calon peserta dari NTT, hingga proses pengumpulan proposal PIDI – DIGDAYA x Hackathon 2026, yang batas waktunya telah diperpanjang sampai dengan 5 April 2026.

“Diharapkan inisiatif ini dapat melahirkan inovasi digital yang mampu mendorong inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah,”tutup Adidoyo Prakoso. (Lid)

Dikeluhkan Warga, Pertamina : Ada Penyelarasan Sistem Layanan Distribusi BBM di Flores Timur

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement