GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam saat kunjungi Gudang Beras

Pecahkan Rekor, Pengadaan Beras Nasional Tembus 4,1 Juta Ton, NTT Ikut Lampaui Target

IDETORIAL.com, Kupang — Perum BULOG mencatat rekor pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, dengan realisasi mencapai 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026.

Capaian tersebut melampaui target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton atau mencapai 102,88 persen. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), realisasi pengadaan beras juga telah mencapai 117 persen dari target yang ditetapkan.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, mengatakan capaian nasional tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran BULOG, petani, kelompok tani, mitra penggilingan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung penyerapan hasil panen.

“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang secara nasional memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang BULOG berdiri,” ujar Arrahim dalam keterangan tertulis di Kupang, Jumat, 9 Oktober 2026.

Ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan BULOG di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik.

Kontingen Kempo Kupang Kantongi Enam Medali di Kerjurnas Badung Cup 2026

Realisasi pengadaan tahun ini meningkat dibandingkan capaian sepanjang 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Angka tersebut juga melampaui rekor sebelumnya pada 2012, ketika BULOG mencatat pengadaan sebesar 3,65 juta ton setara beras.

Di NTT, realisasi pengadaan yang mencapai 117 persen menunjukkan penyerapan telah melampaui target sebesar 17 persen. Arrahim menegaskan, capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen BULOG untuk menyerap hasil produksi petani sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Namun, keberhasilan melampaui target tidak menjadi alasan bagi jajaran BULOG untuk mengurangi intensitas penyerapan. Menurut Arrahim, upaya pengadaan harus terus berjalan dengan memperhatikan kualitas beras, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Pencapaian ini bukan alasan untuk mengendurkan kinerja. Seluruh jajaran harus terus mengoptimalkan penyerapan beras petani dengan menjaga kualitas, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” tambah Arrahim.

Untuk menjaga realisasi pengadaan, BULOG mengoptimalkan jaringan pembelian di sentra produksi, meningkatkan kesiapan sarana penyimpanan dan pergudangan, serta mempercepat penyerapan pada momentum panen. Langkah tersebut dilakukan agar hasil panen petani terserap secara optimal dan stok pangan yang dikelola pemerintah semakin kuat.

31 Atlet Perkemi Kupang Buru Prestasi di Badung Cup 2026

Arrahim menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh, mitra kerja, dan seluruh pihak yang mendukung pencapaian tersebut.

Ia berharap capaian pengadaan beras dapat memberikan manfaat nyata bagi petani melalui penyerapan hasil produksi, sekaligus memperkuat kemampuan pemerintah menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Pengadaan beras merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta memperkuat cadangan pangan pemerintah. Dengan stok yang memadai, pemerintah memiliki fondasi untuk menjalankan program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat.

BULOG berkomitmen melanjutkan penyerapan hingga akhir 2026 melalui penguatan operasional dan kolaborasi dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan sekaligus memastikan produksi petani terserap dan menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

(Lidia)

Serena Francis Serahkan Langsung Bantuan untuk Korban Gempa SBD

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement