IDETORIAL.com, Jakarta – Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), memfasilitasi kunjungan studi petani mangga Indonesia ke Filipina, sebagai upaya memperkuat kapasitas petani, meningkatkan produktivitas, serta mendorong daya saing komoditas mangga nasional di pasar internasional.
Kunjungan yang berlangsung pada 27–31 Juli 2026 tersebut diikuti perwakilan kelompok tani mangga dari Majalengka, Jawa Barat, bersama delegasi Kementerian Pertanian dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam rilis tertulis, Selasa, 4 Agustus 2026, selama berada di Provinsi Guimaras, Filipina, para peserta mempelajari praktik terbaik budidaya mangga, pengendalian hama, pengelolaan pascapanen, hingga teknologi pengolahan yang telah berhasil diterapkan di negara tersebut.
Melalui program pertukaran pengetahuan ini, petani Indonesia memperoleh pengalaman langsung mengenai pengembangan industri mangga yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga penciptaan nilai tambah melalui diversifikasi produk olahan.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat diadaptasi untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas peluang ekspor mangga Indonesia.
FAO menilai kerja sama ini menjadi langkah strategis karena Indonesia dan Filipina memiliki karakteristik iklim tropis serta tantangan budidaya yang relatif serupa. Dengan saling berbagi pengalaman dan inovasi, kedua negara dapat mengembangkan solusi yang lebih efektif, hemat biaya, dan berkelanjutan bagi petani skala kecil.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (South-South and Triangular Cooperation/SSTC) yang difasilitasi FAO. Program tersebut mendorong pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman antarnegera berkembang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian.
Hasil kunjungan diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah Indonesia dalam mengadopsi praktik-praktik terbaik, khususnya pada aspek pengelolaan pascapanen, irigasi, dan pengendalian hama, sehingga industri mangga nasional mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan kompetitif di pasar global.