IDETORIAL.com, Medan – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memanfaatkan ajang Rapat Kerja Nasional XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakornas APEKSI) 2026 di Kota Medan, untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur kepada publik nasional.
Melalui Karnaval Budaya Nusantara tersebut, Pemerintah Kota Kupang menampilkan budaya etnis Rote sebagai representasi keberagaman yang hidup di ibu kota Provinsi NTT.
Di tengah hujan yang mengguyur Kota Medan, Wali Kota bersama kontingen Kota Kupang tampil mengenakan busana adat Rote. Kehadiran maskot Sepe, ikon Kota Kupang, turut menjadi daya tarik yang mencerminkan identitas daerah di hadapan ribuan peserta Rakernas dan masyarakat yang memadati jalur karnaval.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya lokal melalui penyerahan cendera mata berupa topi Ti’i Langga khas Rote kepada Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, serta Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Kain tenun khas Rote juga diberikan kepada istri Wali Kota Medan dan Ketua APEKSI.
Christian Widodo saat diwawancarai, Minggu, 5 Juli 2026 mengatakan, pemilihan budaya Rote mencerminkan wajah Kota Kupang, sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan etnis.
“Keragaman tersebut menjadi identitas, sekaligus kekuatan yang dapat mendorong pembangunan daerah,”tandas Christian
Ia menilai, budaya tidak hanya perlu dilestarikan sebagai warisan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai aset ekonomi yang mendukung sektor jasa dan pariwisata.
“Identitas budaya, mampu memberikan pengalaman khas bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Kota Kupang sebagai kota tujuan,”tambah Christian.
Komitmen tersebut telah diwujudkan melalui penyelenggaraan Karnaval Budaya pada peringatan HUT ke-140 Kota Kupang, dan Hari Jadi ke-30 sebagai Daerah Otonom yang melibatkan seluruh etnis di Kota Kupang.
Pemerintah Kota berencana menjadikan kegiatan tersebut, sebagai agenda tahunan untuk memperkuat promosi budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat.
Keikutsertaan Kota Kupang dalam Karnaval Budaya Nusantara menjadi bagian dari rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”.
Selain menjadi forum koordinasi antarpemerintah kota, kegiatan tersebut juga menjadi ruang promosi investasi, UMKM, pariwisata, dan potensi budaya dari berbagai daerah.
Rakernas XVIII APEKSI sendiri ditutup dengan menghasilkan 10 rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada Presiden.
Rekomendasi itu mencakup penguatan kapasitas fiskal pemerintah daerah, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital pemerintahan, penguatan ekonomi lokal, hingga pembangunan kota yang berkelanjutan.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, menyebut rekomendasi tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kota terhadap Program Strategis Nasional sekaligus menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.
Salah satu usulan utama adalah reformasi hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah melalui perluasan ruang fiskal pemerintah kota, optimalisasi dana transfer daerah, serta pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui APBN.
Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berharap seluruh rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam memperkuat pembangunan kota-kota di Indonesia.
Langkah Pemerintah Kota Kupang menampilkan budaya Rote juga mendapat apresiasi dari diaspora NTT di Medan.
Ketua Pascasarjana Sekolah Tinggi St. Paul Simalingkar Medan, Dr. Adolfina Elisabeth Koamesakh, menyampaikan dukungannya melalui media sosial dengan mengunggah foto Wali Kota Kupang, mengenakan busana adat Rote disertai takarir berbahasa daerah, “To’o huk abunae. Malole ta malole, Kota Kupang le malole,” sebagai bentuk kebanggaan terhadap promosi budaya NTT di tingkat nasional. (lid)